Abuget

Watch Dogs

  

2 tahun lalu, tepatnya pada saat E3 2012, kita disajikan sebuah trailer yang syahdu, sangat menjanjikan, gegap gempita, dan memberikan kita gambaran tentang bagaimana kualitas game next-gen nantinya. Trailer tersebut adalah Watch Dogs. Sulit digambarkan perasaan saya ketika melihat trailer tersebut. Pokoknya very hype lah. Tingkat hype-nya hampir sama ketika saya pertama kali melihat trailer GTA V.

Setelah rangkaian delay dengan aneka alasan teknis, Watch Dogs akhirnya rilis. Jujur saja ekspektasi saya sangat tinggi untuk game ini. Namun apa mau dikata, ternyata kualitas game ini ternyata jauh di bawah ekspektasi saya. Watch Dogs sekali lagi membuktikan kepada kita bahwa kenyataan itu tidak seindah trailer E3.

Di game ini Anda bermain sebagai Aiden Pearce, seorang hacker tangguh dengan karakter sedatar tatakan kayu lembar jawaban komputer. Cerita bermula ketika Aiden gagal menjalankan sebuah misi, Aiden ketahuan, Aiden didatengin centeng, dar-der-dor, keponakan Aiden meninggal, dan seperti yang Anda bisa tebak, selanjutnya Aiden mengembara untuk balas dendam.

Permasalahan utama game ini dimulai dari sini. Sepanjang perjalanan, saya tidak merasa Aiden sedang dalam kondisi marah layaknya orang yang sedang diselimuti dendam. Aiden terasa seperti vigilante yang generik dengan suara yang di-Batman-Batman-kan. Misi yang repetitif dan storyline yang sangat klise juga tidak membantu Watch Dogs untuk membuat impresi yang berkesan. Garing, datar, dan cenderung semakin cheesy dari waktu ke waktu. Nampaknya Ubisoft Montreal kurang memahami kalau cheese itu memang perlu untuk menambah cita rasa, namun kalau kebanyakan justru bikin mau muntah.

Kekurangan berikutnya adalah kontrol waktu berkendara di game ini sungguh kacrut. Setiap mobil dan motor handlingnya terasa sama saja. Bisa jadi perasaan ini muncul karena saya sudah dimanja oleh kualitas berkendara di GTA V. Selain itu, feel ketika berkendara di Watch Dogs juga terasa sangat ringan. Efek ketika tabrakan terasa seperti ketika kita disambit lontong. Rasanya gitu doang dan tidak ada gregetnya.

Selanjutnya, ada dua printilan yang sebenarnya tidak terlalu signifikan namun buat saya cukup mengganggu. Printilan pertama adalah, di Watch Dogs anda tidak bisa menembak sambil berkendara. Mungkin pembenarannya adalah anda bisa nge­-hack sambil nyetir, jadi tidak perlu juga harus sambil bisa nembak. Tapi ya buat saya hal ini justru mengurangi keseruan game ini secara keseluruhan, khususnya waktu adegan kejar-kejaran. Printilan selanjutnya adalah di game ini anda tidak bisa lompat, TIDAK BISA LOMPAT! Game open-world yang katanya next gen tapi jagoannya tidak bisa lompat. Bukan main. Nampaknya pengembang game ini ingin memberikan tribute kepada film “White Men Can’t Jump” dengan cara mereka sendiri.

Nah sekarang kelebihannya. Game ini tidak sepenuhnya mengecewakan. Salah satu kelebihannya adalah fitur invasi ke permainan orang lain yang asik. Rasanya seperti Dark Souls tapi pakai smartphone. Cukup seru. Side-mission juga seabrek, cocok buat Anda yang suka game dengan jam permainan yang panjang tanpa peduli dengan esensi.

Kelebihan selanjutnya adalah Jordi Chin. Asia gila yang satu ini memang menyita perhatian. Tapi ya itu, saya sebenarnya belum bisa menyimpulkan apakah si Jordi ini karakter yang benar-benar keren, atau hanya terlihat keren karena karakter lain di game ini lebih melempem daripada kerupuk sisa.

Kurang lebih begitulah pandangan saya mengenai Watch Dogs. Pelajaran yang bisa kita petik dari game ini adalah, jagalah ekspektasi Anda dalam setiap kesempatan, karena ekspektasi yang tinggi terkadang akan membuat Anda kecewa. Intinya Watch Dogs ini seperti orang yang avatar Twitter-nya terlihat cantik menarik, tapi pas ketemu taunya cuman gitu doang.

Verdict : 6.5 / 10

( + ) Fitur online yang cukup seru

( + ) Jordi Chin

( – ) Cerita yang garing dan klise

( – ) Aiden Pearce bikin ngantuk

( – ) Kualitas berkendara yang lebih payah ketimbang ibu-ibu jilbab

Rindradana

    • wizardh21

      Ibu-ibu berjilbab nggak semuanya gitu kok :(

    • dionduren

      Betul sekali bung. Trailer gameplay sialan telah menaikkan ekspektasi kita terlalu tinggi