Abuget

Titanfall

 

            Harus diakui, selama 15 tahun terakhir, game FPS, khususnya yang memiliki fitur online terasa begitu-begitu saja. Harap dipahami kalau saya tidak mengatakan kalau game FPS yang ada semenjak tahun 1999 itu jelek, sebut saja nama-nama besar seperti Modern Warfare 2 yang memiliki pendekatan seperti layaknya film blockbuster dan tembak-tembakan online bernuansa arcade, Battlefield 3 dengan nuansa online seperti taman bermain yang penuh ledakan, Team Fortress 2 yang gila, Planetside 2 yang seperti tawuran, serta Counter Strike : GO yang seperti…. Counter Strike yang Anda kenal sejak zaman bolos sekolah. Kumpulan game tersebut memang bagus, namun struktur mekanisnya terasa repetitif dan semakin kering diseruput zaman. Lalu, ketika saya kira inovasi di genre ini sudah mentok, muncul Titanfall.

            Untuk sebagian orang, jika dilihat sekilas, game ini mungkin tidak terlihat jauh berbeda dengan judul-judul yang saya sebutkan sebelumnya. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah. Pembagian tim tetap menjadi dua kubu (Militia vsIMC). Game ini juga tidak memperkenalkan senjata yang radikal, map perang yang benar-benar berbeda, ataupun memberikan karakter Anda kemampuan untuk mengeluarkan Kamehameha. Lantas apa nuansa baru yang game ini berikan? Sesuatu yang sangat fundamental, movement dan mobilitas.

            Jump-kit merubah segalanya. Di game ini, Anda memiliki kemampuan untuk melakukan double jump dan wall run. Dengan dua kemampuan tersebut, pilihan Anda untuk menghadapi aneka kondisi peperangan akan semakin beragam. Mau lompat terjang, tembak sambil parkour, atau seruduk pake Rider Kick itu semua pilihan Anda.  Dan jika Anda semakin ahli dalam melompat dan berayun, bukan tidak mungkin Anda akan direkrut sama kapten Levi untuk memperkuat tembok Maria karena si Armin sedang sibuk nyaleg.

            Nuansa baru lainnya adalah sudah jelas robot gede. Sulit digambarkan bagaimana perasaan saya ketika pertama kali memanggil Titan untuk berjibaku. Yang jelas, hal tersebut adalah salah satu momen paling epic selama saya bermain game. Adapun momen epic selanjutnya adalah ketika Anda berhasil menunggangi Titan lawan dan menembak mesin utama yang terletak di punggung Titan (bahasa gaulnya “Rodeo”).  Berasa seperti adegan akhir di Patlabor : The Movie.

            Kehebatan Titanfall lainnya adalah bagaimana Respawn, selaku penanggungjawab utama dari salah satu calon game terbaik 2014 ini, menciptakan sebuah match-up yang seimbang antara Titan vs Manusia. Titan tetap digdaya, namun bukan berarti aman jaya dari ancaman manusia. Jika Titan lengah, siap-siaplah kesundut roket atau di-rodeo lawan. Jika Anda manusia, ada baiknya kalau Anda tidak terlalu percaya diri. Kalau gegabah, niat hati ingin nge-rodeo Titan lawan, yang ada malah keinjek Titan dan mejret macam permen karet di sol sepatu.

            Dari segi campaign, bagi saya game ini hit ‘n miss. Kekurangannya adalah untuk memainkan mode campaign, Anda harus online. Bagi Anda para pengguna jasa pak tani X360, silakan lupakan untuk memainkan game ini di konsol Anda. Fitur harus online juga menyulitkan apabila kebetulan sambungan internet maupun stabilitas server sedang impoten. Kekurangan selanjutnya adalah campaign-nya sangat pendek. Hanya sekitar 2 jam untuk masing-masing kubu. Ada pun kelebihannya adalah dengan menggunakan fitur online, pengalaman setiap misi Anda akan berbeda dengan orang lain. Anda bisa saja menang mudah di misi tertentu, sementara kawan Anda mendapatkan sebuah pertarungan seru karena mendapat lawan seimbang. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan salah satu cerita paling personal dalam sejarah FPS, yaitu cerita Anda sendiri. Bagaimana dengan kualitas stroyline dari Titanfall? Sudah tentu jelek. Tapi siapa juga yang peduli dengan story jelek jika Anda diberikan robot gede, kemampuan parkour semi Shingeki no Kyojin, dan stage yang memiliki naga terbang di mana-mana.

            Sedikit kekurangan yang dapat diperhatikan adalah tidak adanya variasi cuaca dan waktu di arena pertarungan. Akan terasa seru apabila kita diberi kesempatan untuk bertarung di dalam kota yang sedang hujan pada malam hari macam adegan di Pacific Rim. Kekurangan berikutnya adalah belum adanya fitur cross platform. Saya sebenarnya cukup mengharapkan fitur ini agar saya bisa bermain dengan teman saya yang bermain Titanfall di PC.

            Yak, begitulah kira-kira pandangan saya tentang game yang memberikan gairah baru di genre yang sudah lesu akan inovasi. Titanfall adalah sebuah FPS yang sangat solid, indah, dan rusuh. Sebuah game yang pada saat ini adalah yang terbaik di genre-nya. Ya setidaknya sampai Titanfall 2 rilis.

            Jadi, tunggu apalagi. Segeralah naik ke Titan masing-masing dan gempur lawan sampai rata. Pengguna XBOX One! “Standby for Titanfall”. Pengguna PC! “Your Titan will be ready in 30 seconds”. Pengguna PS4! …… eh, kalian nggak punya ya. Maaf deh. Silakan kembali memainkan FPS kebanggaan kalian yaitu Killzone : Shadow Fall.

Verdict : 9.0 / 10

( + ) Memberikan kesegaran baru di genre FPS

( + ) Dapat menjadi pondasi eksekusi online campaign

( + ) Serunya nggak santai

( + ) Robot gede

( + ) Dapat berganti judul menjadi Shingeki no Mecha

( + ) Rodeo

( – ) Tidak ada dinamisasi waktu dan cuaca

( – ) Belum ada kabar mengenai fitur cross-platform

( – ) Campaign sangat pendek

Rindradana

    • Eren

      Armin, Shingeki no Mecha =))))

    • monzter

      selalu bikin review game sesuka gue semau gue…
      syahdu banget.. :D

    • pimen27

      Ajiiib reviewnya

    • dani

      as expected from bung rindra