Abuget

Review OMEN (Bukan tikusnya Dono)

Sudah lebih dari sebulan saya menggunakan OMEN. Seperti yang sudah disebutkan di judul artikel ini, OMEN bukanlah tikus milik Dono di film Sabar Dulu Dong yang mati karena keracunan nasi goreng ham. OMEN di artikel ini adalah laptop gaming dari HP yang syahdu dan rupawan.

Mari kita mulai dari tetek bengek (spesifikasi) dari Omen saya terlebih dulu :

  • CPU: 2.6GHz Intel Core i7-4720HQ (quad-core, 6MB cache, up to 3.6GHz with Turbo Boost)
  • GPU: Nvidia GeForce GTX 960M (4GB GDDR5 RAM), Intel HD Graphics 4600
  • RAM: 8 GB DDR3L (1,600MHz)
  • Screen: 15.6-inch, 1920 x 1080 Full HD WLED-backlit IPS touchscreen
  • Storage: 256 GB SSD
  • Ports: 4 x USB 3.0 ports, mini DisplayPort, HDMI, headphone/microphone combo jack
  • Connectivity: Intel 802.11ac WLAN and Bluetooth
  • Camera: HP TrueVision Full HD WVA Webcam with Dual Digital Microphone
  • Weight: 4.68 pounds
  • Size: 15.07 x 9.67 x 0.78 inches (W x D x H)

Memang betul laptop ini tidak menggunakan GTX960M dan bukan si ganas 980M, namun bukan berarti laptop ini tidak bisa memainkan game-game yahud dengan prima. Mulai dari yang bersahaja seperti Ultra Street Fighter IV, yang mengena di hati my love Final Fantasy XIV, sampai dengan gim sekelas Metal Gear Solid V, dijalankan dengan lancar dan maksimal oleh HP OMEN. Dalam kasus MGS V misalnya, ketika sedang hujan dan badai pasir, OMEN dapat menghasilkan gambar yang tidak kalah tajam dari laptop gaming lainnya, baik yang berlogo alien maupun yang berlogo topeng mata. Hal ini sekaligus mengukuhkan OMEN sebagai laptop gaming pendatang baru yang sangat patut diperhitungkan. Cukup disayangkan memang MGS V mau dimainkan pakai apapun endingnya tetap hancur.

Screenshot (2)

Final-Fantasy-XIV-Heavensward-2

Screenshot (5)

Hal lain yang menarik dari laptop ini adalah desainnya yang menurut saya memiliki ciri khas tersendiri. Bentuk trapesium, speaker lampu disko, hingga engsel yang memberikan kesan terbakar karena laptop ini terlalu seksi menghadirkan kesan yang elegan, namun tetap intimidatif. Penampakan tersebut seakan memberikan statement bahwa laptop ini seimbang secara style maupun substence. Tidak gaya doang lah pokoknya. Selain itu, speaker Bang & Olufsen yang digunakan merupakan peningkatan yang signifikan ketimbang OMEN sebelumnya. Saya ingat tahun lalu saya tidak jadi membeli OMEN karena sepakernya agak lemah, dan hal itu tidak saya temui lagi di OMEN keluaran terbaru ini.

hp-omen-product-photos-09

omen tampak belakang

Selain untuk bermain game, OMEN juga tangguh untuk digunakan untuk kebutuhan shooting maupun editing video. OMEN memiliki kontras yang rupawan, dan kelebihan itu membantu saya dan kawan-kawan untuk berkarya menggunakan laptop ini.

IMG_6323

Terlepas dari berbagai kelebihannya, HP Omen memang tidak sempurna. Daya tahan baterai misalnya yang bisa lebih baik. Dari segi harga, harus diakui HP Omen memang cukup tinggi. Di HP Indonesia, laptop ini dijual dengan harga 25 juta kembali seceng. Memang agak mahal jika dibanding dengan pesaingnya. Saya juga menyadari ada laptop gaming lain dengan harga di bawah itu, keluaran mbahnya motherboard misalnya. Namun, laptop si mbah motherboard dari penampilan kalah telak gantengnya dari OMEN.

Terlepas dari fakta teknis bahwa jeroan dari OMEN tidak menggunakan teknologi yang terbaik dan terbaru, penampilan dan performa si ganteng ini sangat jauh dari kesan pendatang baru dalam lini laptop gaming. Pada akhirnya, build yang nyaris sempurna, desain yang unik, dan kemampuannya untuk menjalankan game terbaru yang haus requirements menjadikan HP OMEN salah satu laptop gaming terbaik dan terganteng yang pernah ada.

Rindradana