Abuget

Professor Layton vs Phoenix Wright Ace Attorney

Dua judul dengan jumlah penggemar yang tidak sedikit. Dua judul yang menjadi andalan konsol handheld Nintendo. Ketika 4 tahun lalu diumumkan mereka akan membuat crossover jujur saja saya hype. Saya rasa sejumlah dari Anda yang akrab dengan dua judul ini juga merasa demikian. Namun, apa daya kenyataan kadang tidak seindah pengumuman Nintendo Direct. Game ini tidak hancur berantakan, namun tidak sesuai dengan ekspektasi. Berikut adalah penjelasannya.

Walaupun game ini adalah sebuah crossover, saya tidak pernah diberikan waktu yang lama untuk menikmati bagaimana Layton berjibaku di ruang sidang atau Wright memecahkan teka-teki bersama Luke. Game ini lebih terasa seperti game two in one yang kebetulan dijahit di dalam satu cerita. Dengan kata lain, tidak ada inovasi berarti. Terlalu main aman kalau buat saya. Mungkin  satu-satunya penggabungan yang menyita perhatian adalah OST yang keren.

Teka-teki di Layton di game ini terasa relatif lebih mudah dibanding game Layton terdahulu. Hint koinnya pun sangat melimpah. Hal ini akhirnya justru membuat koin yang ditemukan terasa kurang berharga. Very receh.

Nah, untungnya kondisi Layton berbeda 180 derajat dengan ketika Anda sedang mengendalikan cerita si tukang tunjuk orang, Phoenix Wright. Walaupun tidak ada perubahan yang berarti, namun kasus dan aksi Wright terasa cocok dengan setting medieval game ini, khususnya dari segi witch trial. Tidak bertele-tele dan tetap menjaga kualitas judul Phoenix Wright secara keseluruhan. Grafis Wright dan Maya yang disajikan a la Layton juga cukup menghibur mata.

Berikutnya dari segi cerita. Kualitas cerita game ini naik turun seperti jungkat-jungkit, dan sayangnya di penghujung cerita, Anda seperti main jungkat-jungkit bersama orang yang tubuhnya jauh lebih gendut dari Anda. Pas dia duduk Anda berada di atas dalam waktu yang lama sampai bosan, dan pas dia pergi Anda terhempas ke bawah dan biji Anda jadi sakit karena itu. Banyaknya plot hole juga tidak membantu saya untuk menikmati cerita game ini secara khusyuk. Sangat disayangkan memang, mengingat kedua entry mereka sebelum ini, yaitu Dual Destinies dan Azran Legacy tersaji dengan rapi dan berkesan. Mungkin yang saya khawatirkan sejak 4 tahun lalu benar, bahwa kedua judul ini bagaikan serabi dan nasi goreng, lebih baik disajikan secara terpisah.

Kira-kira begitulah yang bisa saya sampaikan. Atas kurang lebihnya saya harap maklum. Wabillahi Taufiq wal Hidayah, Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Verdict : 6.5 / 10

(+) Setting Medieval yang tersaji dengan syahdu

(+) OST yang keren

(+) Phoenix Wright

(-) Sangat main aman

(-) Cerita acakadut

(-) Professor Layton

Rindradana