Abuget

Para Wanita, Segeralah Bermain Game

“Buat apa sih main game? Kayak anak kecil aja.”

Mungkin kalimat di atas seringkali lo denger dari nyokap atau bokap lo. Terutama nyokap. Pada umumnya, wanita akan sulit memahami mengapa seorang pria bermain video game apalagi jika sudah cukup umur. Patokan cukup umur di sini adalah sudah punya KTP sendiri. Walaupun gw ga punya statistiknya tapi cukup yakin bahwa gamer wanita masih jauh jumlahnya dibandingkan gamer pria. Paling tidak sampai ada istilah ‘casual game’ sekarang. Hal ini bukan sepenuhnya salah cewek. Di era konsol-konsol seperti Atari sampai dengan PS3 sekarang pun, target segmen yang dituju para pengembang game adalah pria, pria dan pria. Adapun para wanita lebih menikmati game-game di PC yang bersifat simulasi seperti Sim City maupun game-game Online bertipe MMORPG.

Tapi para pengembang game konsol tidak 100% melupakan para wanita. Game-game bertipe Dance Simulation seperti Dance-Dance Revolution beserta kroni-kroninya. Adapun game-game seperti Barbie dan Nancy Drew yang ditujukan untuk para wanita namun bukan menjadi faktor pendorong bagi mereka untuk membeli konsol.

Lalu Nintendo  meluncurkan konsol Wii yang memang ditujukan untuk ‘Casual Gaming’. Dengan adanya Wii, para wanita mulai ikut bermain game-game kasual seperti Wii Sports. Dan Wii pun mulai dimainkan di saat pesta atau nongkrong bareng. Selain itu, kemunculan game di platform tablet juga mulai mendorong mereka untuk mulai bermain. Minimal game seperti Angry Bird.

Mengapa sebaiknya wanita ikut bermain game? Mungkin kurang penting juga kalau gw bilang agar lo bisa memahami pacar atau suami lo. Tapi bila wanita sudah menjadi seorang Ibu, ada baiknya jika sedikit memahami anak-anaknya yang bermain video game. (mudah-mudahan) Lo tidak akan cepat mengambil kesimpulan bahwa bermain video game itu adalah aktivitas yang hanya terbatas pada anak-anak karena pada kenyataannya video game itu sendiri memiliki sistem rating. Game ini cocok untuk segmen umur sekian sampai umur sekian.

Masih berhubungan dengan rating. Banyak sekali orang tua yang menyalahkan video game yang penuh kekerasan sebagai alasan perilaku anak-anak mereka yang kurang menyenangkan. Padahal di video game tersebut sudah ada sistem rating sesuai tingkatan umur.

Sebagai (calon) orangtua, diharapkan kita lebih teliti dalam membeli. Jika ikut bermain secara tidak langsung sudah melakukan pengawasan. Tunggu apalagi? Segeralah bermain video game dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih ‘aware’ terhadap tanggung jawab anak-anaknya sendiri.

Ida Bagus Visesa Pidada

    • ArticFloyd

      nice !

    • freakz83

      sebernya agak serem juga ngeliat emak2 maen MGS..

    • IchsanIchsan

      keren sekali ini bung! ajakan untuk para wanita ayolah main game

    • KucingBelang

      Temen aye cewek yang fujoshi demen banget tuh main game, terutama ya itu…. yaoi.

    • http://www.inioke.com/ Fajri Surya Putra

      Bener banget, apalagi soal sistem rating game berdasarkan usia… tapi kenapa semua game (yang bajakan) rating nya E – Everyone semua ya? si pengedar males nyetak cover nya kali… :-P hehehehehe….

    • Neko Bentou

      >implikasi wanita baru banyak mulai main game hanya setelah tablet dan Wii populer

      ಠ_ಠ

    • http://twitter.com/Fathanscream Fathan | オタク | ゲーマー

      setuju nih :)

    • http://twitter.com/ramydhia Ramy Dhia Humam

      dan… cewek gamers itu pacarin-able banget