Abuget

Naughty Dog’s Bandicoot


A Trip That Starts It All

Kegilaan ini berawal dari perjalanan dua game designer menuju  Universal Pictures di Los Angeles. Tidak seperti kebanyakan laki-laki di usia 20-an lainnya, Andy Gavin dan Jason Rubin tergolong sudah cukup berhasil secara finansial. Keberhasilan tersebut didapat dari beberapa kontrak pengembangan game dari “mentor” mereka Trip Hawkins dari Electronic Arts (EA). Perjalanan ini dilakukan dalam rangka bertemu dengan mentor mereka itu sekaligus membicarakan pembayaran mereka dari hasil penjualan Way of the Warrior di konsol Panasonic 3DO. Layaknya dua laki-laki yang yang tidak homo, Gavin dan Rubin bertukar pikiran mengenai ide-ide yang dapat mereka garap dan hal-hal kacrut lainnya.  Pada saat itu, mereka sangat terkesan dengan karakter Sonic the Hedgehog dan ingin mencoba mengembangkan game dengan pendekatan yang sama.

Berbeda dengan pembuatan film, yang biasanya dimulai dari ide cerita, penulisan script, dan terkadang meliputi proyeksi pemilihan artis yang bisa diajak “bobo-bobo siang”, pembuatan game umumnya dimulai dari penerapan genre apa yang dipilih. Genre yang dipilih dalam konteks ini adalah run and jump atau dengan kata lain platformer. Nah masalahnya platformer seperti apa yang akan dibuat oleh mereka.

Sonic’s Ass !!

Seiring perjalanan mereka, yang tentunya diiringi oleh pengaruh substansi cair dan herbal yang membuat pikiran menjadi “syahdu”, kedua rekan yang bertemu yang berasal dari Virginia ini mencoba membuat platformer bergaya 3-D. Tetapi pada masa itu, bagaikan nafsu tanpa ereksi, teknologi belum mumpuni untuk mengakomodasi ambisi mereka.  Di tengah kebingungan dan kegitingan mereka, Gavin berkata “Sonic’s Ass!!”. “Pantat” Sonic yang dimaksud Gavin adalah solusi untuk mengakali keterbatasan teknologi yang ada, yaitu dengan cara menyorot karakter game tersebut dari belakang. Langkah ini ditempuh untuk “membohongi” persepsi pandang sang pemain game terhadap landscape permainan.

Setibanya duet Naughty Dog ini di markas EA, mereka langsung menjelaskan ide “Sonic’s Ass” kepada Hawkins. Hawkins tertarik dan mengeluarkan dana untuk mengembangkan ide mereka di bawah bendera Universal Interactive Studio. Gavin dan Rubin memulai project ini dengan memilih nama tokoh antagonis untuk si “pantat”. Ketika sedang makan siang, Gavin menyeletuk “Dr.Cortex. Dr. Neo Cortex”. Rubin menyukai ide ini. Selanjutnya mereka mencoba membuat sebuah game yang penuh dengan nuansa hutan, menantang, dan memiliki grafis avant-garde dimasanya. Untuk memenuhi ambisi itu mereka membutuhkan sebuah konsol yang dapat dijadikan sebagai sarana pemenuhan cita-cita mereka. Konsol itu adalah Sony “the only console that’s better than sex” PlayStation.

Pengembangan pun dilakukan. Awalnya, karakter utama mereka adalah seekor wombat bernama “Willy”. Untungnya batal. Terdengar kacangan memang, Willy Wombat. Saya yakin pertanyaan pertama dari para wartawan apabila Sony ngotot untuk menjadikan Willy Wombat sebagai nama icon mereka adalah, “Ini adiknya si Wonka? Atau hanya pemilik pabrik coklat cap Ayam Jago dari Australia?”. Seperti yang disebutkan tadi alasan pembatalannya adalah penggunaan nama. Nama Willy Wombat dirasa kurang eksotis. Mungkin mereka lebih baik berkonsultasi kepada para bule di Bali, karena pasti mereka paling paham tentang kata “eksotis”. Untuk mencari nama yang cocok mereka membuka travel guide yang membahas tentang negara-negara eksotis. Nah pada saat itulah mereka menemukan hewan yang dirasa cocok… “Bandicoot”. Nama Crash di depannya diberikan untuk menggambarkan karakter yang mungkin tidak terlalu pintar, namun berani dan menjadikan adrenalin sebagai narkoba pilihannya

PlayStation’s Mascot

            Setelah desain karakter selesai, kedua pengembang ini mengajukan idenya kepada sang pencipta PlayStation, Ken Kutaragi. Tanpa basa-basi Ken Kutaragi langsung menyatakan tidak akan menggunakan game itu untuk menjadi maskot untuk konsol-nya. Pada masa itu, Kutaragi menganggap maskot untuk sebuah konsol hanyalah buang-buang waktu saja. Bahkan Kutaragi tak segan mengatakan bahwa game tersebut sampah dan tidak akan laku, khususnya di Jepang kepada salah satu petinggi Universal pada masa itu. Orang tersebut adalah Mark Cerny.

            Terlepas dari perlakuan dan penolakan Kutaragi, Cherny tetap yakin bahwa karya Gavin dan Rubin itu akan menjadi best seller PlayStation dan bahkan bisa membuat franchise Mario milik Nintendo kebakaran celana dalam. Cherny pun menggunakan sumber daya-nya di Universal untuk meyakinkan PlayStation agar mau mempertimbangkan Crash Bandicoot sebagai icon dari konsol mereka.

            Langkah yang ditempuh oleh Cherny adalah dengan mendekati PlayStation US terlebih dulu untuk bekerja sama dan bahkan kesediaan untuk secara kasta berada di bawah naungan PlayStation. Mungkin langkah ini ditempuh karena mereka satu rumpun sehingga akan lebih mudah untuk berasionalisasi dengan mereka. Playstation US tertarik untuk “mengganggu” kedigdayaan Mario, khususnya di Amerika. Serangkaian kampanye pun dilakukan, mulai dari beriklan di layar kaca hingga menyusupkan cameo di event Nintendo. Hasilnya? Gamer Amerika tidak sabar menunggu si “Pantat Sonic”. Pada saat Crash Bandicoot resmi di rilis pada tanggal 31 Agustus 1996, hampir seluruh gamer huru-hara menyambutnya. Animonya menggila dan bahkan terasa sampai para gamer yang tidak memiliki PlayStation. Tercatat lebih dari 100 ribu kopi terjual pada hari pertama perilisan tersebut.

            Gelora kesuksesan Crash Bandicoot di USA terasa sampai Jepang. Kutaragi harus mengakui keberhasilan saudara kulit pucat mereka dan mengakui bahwa Crash adalah senjata yang tepat untuk menandingi judul Mario terbaru pada saat itu, yaitu Mario 64. PlayStation Japan pun akhirnya memutuskan untuk merilis Crash di Jepang Hasilnya luar biasa. Menurut Kaz Hirai, COO Sony Computer Entertainment pada masa itu, Crash Bandicoot melejitkan penjualan PlayStation sampai dengan satu buah unit tiap delapan detik. Crash Bandicoot, sebuah karakter yang konyol dan sekilas terlihat miskin konsep, ternyata membantu PlayStation mengangkangi Nintendo dan SEGA sekaligus menjadi pemenang dalam console wars di era itu.

A farewell for Naughty Dog’s duo

            Untuk Sony, Gavin dan Rubin membuat empat judul Crash Bandicoot dan menjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia (belum termasuk bajakan). Namun, pencapaian kelas luar biasa tersebut tidak gratis. Industri game merenggut waktu dan kesehatan mereka. Gavin mengaku hanya punya satu minggu dalam satu tahun di mana ia tidak mendesain game. Gavin juga menderita sakit punggung dan keseleo abadi atau Carpal Tunnel Syndrome akut. Di sisi lain Rubin menderita penyakit kulit dan obesitas karena kekurangan istirahat dan konsumsi fast food yang berlebihan. Salah satu rekan mereka di Sony, yaitu Kelly Flock, merasa iba dengan kondisi fisik mereka. Flock menawarkan mereka untuk pensiun dini. Dia mengajukan penawaran dari Sony untuk membeli Naughty Dog. Kedua rekan tersebut tidak langsung menerimanya. Rubin memilih untuk mengasingkan diri selama sebulan ke rumah liburannya di daerah pegunungan, sementara Gavin memilih untuk merenung di kantor Naughty Dog.

            Setelah Rubin kembali dari persemediannya, kedua sahabat ini bertemu. Mereka tidak berbicara banyak. Mereka bersepakat bahwa mereka sudah melakukan semua yang mereka bisa untuk Naughty Dog. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya kepada Sony dengan nilai yang tidak disebutkan ke publik. Mungkin alasan lain dari kedua rekan tersebut adalah karena mereka sudah hidup kaya, dan pada saat itu mereka memutuskan untuk menjadi semakin kaya dan hidup santai.

            Apa yang mereka lakukan dengan Crash “si pantat Sonic” Bandicoot sungguh membahana. Mereka tidak hanya membuat sebuah best seller, namun mereka membuat suatu komunitas penggemar baru. Memang mungkin pada era konsol ­next-gen gema Crash Bandicoot sudah kurang terdengar, tetapi makhluk gila itu terpatri di dalam ingatan para penikmat game di era PSX. Terima kasih Andy Gavin. Terima kasih Jason Rubin. Terima kasih Crash Bandicoot. Tanpa kalian artikel ini tidak akan ada. Dan mungkin saja sekarang saya sedang menulis tentang Master Chief yang sedang masturbasi memikirkan Cortana yang selalu telanjang di dalam kepalanya

Rindradana

    • ArticFloyd

      :’)

    • http://twitter.com/sn6V Agus Dwi Rifa’i

      Crash Bandicoot, gameplay-nya seru + kocak, yg Unforgettable itu CB Warped & CTR nya.. :D

    • Radit

      CTR game wajib zaman masih main dirental PS (disamping WE tentunya). Nice article om, tfs.

    • http://www.facebook.com/indra.maulana.925 Indra Maulana

      Selain keren Stand Up-nya.. tulisannya juga keren… jadi inget jauh beberapa tahun lalu dimana crash jadi game action adv wajib…

    • http://twitter.com/ShaddamPutra Shaddam Putra|Troll

      keren deeh gan Crash Bandicoot, cuma yg sekarang gamenya ccd

    • wafi

      “Uka uka!”

    • pamantakeo

      Huuutegah!!!

    • http://twitter.com/Sesa_Opas Hot Brain

      Edan. Tulisannya keren.

    • http://twitter.com/naufalrofi Naufal Rofi I.

      Two thumbs up for Rindradana. Awesome writing, dude!

    • scarecrow

      mantep bener ini tulisannya, sering sering main kesini dah :)

    • http://www.facebook.com/arvin.sofian Arvin Sofian

      Game kesayangan g dolo nih, sampe apa lagi crash team racing :)
      sering2 bikin artikel sejarah game2 yg terkenal dong :D

    • http://twitter.com/RendyRedfield Rendy Redfield

      nice info cuma akhirnya ga enak ya? wakaka

    • MVM

      wuahahaa…gw malah baru tau kalo ceritanya kayak begini bung…mantaaaapppp…

    • http://www.facebook.com/yudio.azzani Yudio Azzani

      CTR, Crash Bandicoot 1, 2, ama 3 dibuat naughty dog ama universal, yang buat konsol PS2 udah join ama Sierra kalo ga salah, jadi agak beda Crashnya

    • zico

      keren!

    • sakitjiwa

      Lho, emang mereka gak rekrut team ato assistant ato staff ya? Orang kaya gitu. Dasar kapitalis pelit buat buka lapangan kerja aja ngirit banget. -_-

    • sakitjiwa

      Lho, emang mereka gak rekrut team ato assistant ato staff ya? Orang kaya gitu. Dasar kapitalis pelit buat buka lapangan kerja aja ngirit banget. -_-