Abuget

Metal Gear Solid V : Ground Zeroes

           Capcom, Square Enix, dan Konami. Tiga perusahaan game ternama Jepang yang paling rakus duit. Dapat dikatakan kalau mereka bertiga adalah EA versi kulit kuning. Capcom dengan DLC tiada akhirnya (cth : Street Fighter à Super Street Fighter à Super Street Fighter AE à Ultra Street Fighter à I Want Your Money So Bad Street Fighter), Square dengan semangat “Ayo kita port semua RPG klasik kita terus kasih harga mahal toh pasti ada orang yang beli”, dan Konami dengan pola pikir “Ayo kita rampok semua penggemar game musik di tempat ding dong”. Nah, sekarang muncul Ground Zeroes. Sebuah game yang buat saya itungannya adalah versi demo Phantom Pain tapi dihargai sama Konami $29.99 (PS4 & XBOne), $19.99 (PS3 & X360), dan Rp 10 – 25 rebu (versi pak tani). Apakah game ini pantas dihargai segitu? Apakah game ini keren? Apakah Keifer Sutherland pantas untuk menggantikan David Hayter? Di sebelah kanan saya sudah ada bung Kusnaeni yang akan menemani saya untuk membahas game ini

Saya  : “Selamat malam, bung Kusnaeni. Apa kabar?”

Bung Kus : “Selamat malam. Baik. Senang sekali saya bisa berada di sini”

Saya : “Bagaimana, bung Kus? Sudah mencicipi Ground Zeroes?”

Bung Kus : “ Wah saya belum pernah main”

Saya : “Oh gitu. Ya udah deh. Salam olahraga”

Bung Kus : “Salam olahraga”

 

            Ternyata bung Kusnaeni belum main Ground Zeroes. Okelah kalau begitu, saya bahas sendiri saja.

            Kalian semua pasti tahu, di game ini Anda akan bermain sebagai Big Boss. Kalau Anda begitu saja tidak tahu, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali faedah hidup Anda. Di Ground Zeroes, Anda bertugas untuk menyusup ke Camp Omega untuk mencari dua nama lama dari Peace Walker, yaitu Chico dan Paz. Gitu doang? Ya iyalah gitu doang. Namanya juga game demo.

            Kekuatan utama game ini jelas kualitas grafis. Di konsol-konsol terdahulu, khususnya PlayStation, Metal Gear selalu berhasil menjadi benchmark grafis di zamannya. Debut FOX engine terlihat sangat prima di dua konsol (PS4 & XBOne) yang saya jajal. Tekstur wajah, alam, dan pencahayaan sudah mendekati kesempurnaan. Terasa sangat next gen.

            Kekuatan berikutnya adalah voice acting. Sejak zaman karakter game bisa ngomong, kualitas voice acting dari Metal Gear selalu mantap. Di game ini pun demikian. Keren dan berkualitas papan atas. Pujian khusus harus dilontarkan kepada Keifer Sutherland yang dengan berkelas menggantikan pengisi suara Snake, yaitu David Hayter.

            Dari segi gameplay, game ini memberikan pendekatan yang berbeda dengan Metal Gear sebelumnya. Game ini memiliki unsur sandbox yang kental. Hal tersebut membuat dunia di MGS V terasa jauh lebih luas ketimbang game Metal Gear terdahulu. Stealth ya jelas masih ada. Bedanya adalah sekarang pak Snake punya kemampuan untuk melambatkan waktu kalau dia ketahuan. Berguna untuk melumpuhkan musuh sebelum keadaan menjadi huru-hara.

            Lanjut. Layaknya demo, game ini umurnya pendek. Saya menyelesaikan misi utama dalam waktu 52 menit, itu sudah termasuk tur singkat di Camp Omega. Setelah Anda menyelesaikan misi utama, Anda akan diberikan beberapa misi tambahan yang tidak berhubungan dengan petualangan Anda (masing-masing durasinya sekitar 15-25 menit). Misi tambahan yang menarik adalah apabila Anda berhasil mengumpulkan XOF patch yang berserakan di Camp Omega. Jika berhasil, Anda akan diberikan misi eksklusif yang berbeda setiap konsol. Di PS4 & PS3, Anda akan mendapatkan Deja-Vu, yaitu sebuah misi nostalgia yang mengantar Anda kembali ke Metal Gear PSX. Sementara untuk XBOne & X360, Anda akan mendapatkan Jamais-Vu, sebuah misi untuk Raiden yang hobi menebas sembarangan.

            Lantas, apakah game ini pantas dihargai $29.99 / $19.99? Ya jelas tidak. Hal yang paling mengganggu adalah di Ground Zeroes tidak ada boss battle. Tolonglah masa udah bayar mahal nggak dikasih boss battle. Kampret kau Konami. Selain itu, musuh kroco di judul ini terasa lebih bodoh dibanding kroco di game terdahulu. Mereka terasa seperti tentara pemalas yang tidak terlalu peduli dengan keadaan di sekitar mereka.

            Akhir kata, ini adalah sebuah demo yang layak Anda coba. Pandang saja game ini sebagai pre-party dari pesta inti MGS V yang berjudul Phantom Pain. Jika Anda ingin main yang asli namun tidak rela membayar $29.99 untuk memainkan yang versi PS4 / XBOne, silakan mainkan versi PS3 / X360. Toh secara game tidak terlalu timpang, paling yang berbeda hanya kualitas grafis dan kasta di mana game tersebut dimainkan.

Verdict : 7.5 / 10

 

( + ) Demo terbaik 2014

( + ) Grafis heboh

( + ) Keifer Sutherland berhasil dalam menggantikan David Hayter

( – ) Demo termahal 2014

( – ) Musuh terlihat malas

( – ) Kerakusan Konami sudah merambah ke jagat game konsol

Rindradana

    • monzter

      karena bikin demo gratis/murah udah terlalu mainstream.. yeah KONAMI..!!!!

    • Bintang Satria Yusuf

      kalo kata temen gw… “KAZ, I’M ALREADY A DEMO!”

    • Ikusaba Dotachin

      Wtf is BungKus doing here