Abuget

inFamous : Second Son

            Setelah Killzone : Shadow Fall yang rada anyep, inFamous : Second Son muncul sebagai game papan atas kedua untuk PS4. Jujur saja, saya tidak menyangka game andalan dari Sucker Punch ini akan dijadikan salah satu judul AAA eksklusif yang dirilis di awal era PS4. inFamous series sebelumnya memang cukup bagus, tapi tentu tidak sekelas dengan jagoan Sony lainnya seperti Uncharted series yang judul pertamanya cukup mantap membuka keseruan PS3. Terlepas dari ketidak-menyangkaan yang terjadi, marilah kita bahas game ini sebelum saya semakin bertele-tele. Apa? Bung Kusnaeni? Wah, beliau sedang sibuk. Katanya si bung lagi bikin game judulnya Sport Greeting.

            Dengan timeline 7 tahun sejak kehebohan New Marais di inFamous 2, dalam game ini Anda akan bermain sebagai Delsin Rowe, seorang pemuda dari suku Akomish yang bingung hidupnya mau dibawa ke mana. Hidup santai selon Delsin berubah ketika dia mendapat kekuatan asap dari seorang tahanan bernama Hank, yang menyebabkan desanya diserbu ibu-ibu berkekuatan semen bernama Augustine. Dari situ, game ini bergerak ke kota Seattle, di mana Delsin dan abangnya Reggie mencari Augustine untuk berjibaku.

            Berbeda dengan jagoan inFamous sebelumnya (Cole), Delsin memiliki kemampuan untuk mengontrol beberapa kekuatan sekaligus. Jika Cole hanya bisa mengendalikan listrik, Delsin bisa mengendalikan kekuatan asap, lampu neon, video, dan semen. Cara penggantian kekuatan di game ini pun cukup oke. Ingin ngasep? Silakan hisap asap yang lagi ngepul. Ingin pakai neon?  Silakan hisap lampu café. Ingin  pakai video? Silakan hisap pemancar tv satelit yang berserakan di atas gedung. Ingin pakai kekuatan semen? Hubungi Holcim.

            Kehebatan selanjutnya dari game ini, selain grafis papan atas tentunya, adalah boss fight. Yang menjadi bintang bukan pertarungannya, namun justru suasana dan percakapan yang terjadi sejak menuju pertarungan hingga pertarungan selesai. Norak, murahan, dan tentunya menarik.

            Begitulah kelebihan game ini, sekarang mari kita bahas adalah kekurangannya. Kekurangan utama dari game ini adalah, secara gameplay, Second Son tidak memiliki perbedaan berarti ketimbang pendahulunya. Mulai dari desain tata kota yang kurang berkarakter hingga animasi pukulan Delsin yang sama dengan Cole, Sucker Punch terasa bermain sangat aman dan terkesan sedikit malas di game ini. Hal tersebut bukan sesuatu yang ingin saya lihat ketika judul terbaru Anda menjadi salah satu punggawa awal di PS4.

            Kekurangan selanjutnya adalah karakter utama dan karakter pendukung di game ini tidak terlalu berkesan. Tidak ada lagi hubungan antar karakter seperti Cole dan Zeke seperti seri inFamous terdahulu. Cole sendiri adalah karakter yang cukup asik dan pertarungan batinnya antara memilih menjadi hero atau villain tergambar dengan cukup rapi. Dibandingkan dengan Cole, karakter Delsin terlihat cetek. Jika Cole adalah seorang laki-laki yang terlihat sedang berjuang untuk sebuah idealisme, Delsin adalah seorang pemuda manja yang merasa keren karena dia tiba-tiba punya kekuatan super. Karakter lainnya pun tidak digali dengan baik dan hal tersebut membuat perjalanan Delsin dan cerita game ini secara keseluruhan menjadi kurang bermakna.

            Untuk ukuran game sandbox, Second Son terasa pendek. Jumlah misi yang ada juga relatif sedikit. Saya menamatkan game ini, main santai dan sudah termasuk misi sampingan, dalam kurun waktu kurang dari 15 jam. Kuranglah kalau dibanding dengan inFamous sebelumnya.

            Begitulah kira-kira review saya untuk inFamous : Second Son. Game ini memang jauh dari sempurna, namun tetap layak untuk Anda jajal. Bagi Anda para pemilik PS4, jelas game ini layak dan harus Anda mainkan. Alasannya? Ya memang Anda nggak bosen main Shadow Fall sama Resogun?

Verdict  :  7.0 / 10

 

( + ) Kekuatan baru yang cukup menarik

( + ) Grafis ciamik

( + ) Boss fight lumayan yahud

 

( – ) Tidak ada perkembangan berarti dari segi gameplay

( – ) Karakter utama yang cemen

( – ) Karakter pendukung yang cuman numpang tenar

( – ) Tamatnya rada kecepetan

 

Rindradana

    • Nyx

      Salah satu alasan untuk beli PS4