Abuget

Bravely Default

 

            Anda rindu Final Fantasy yang beres? Ingin senang riang ketika bermain Final Fantasy? Ingin mengurangi nafsu untuk membanting Motomu Toriyama karena sudah membuat seri Final Fantasy semakin menyerupai kencing laler? Mainlah Bravely Default.

            Game dari Silicon Studio (3D Dot Game Heroes) dan Square Enix (ya kalian taulah mereka bikin apa) ini adalah contoh bagaimana sesuatu game yang sangat konvensional akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati para gamer.  Menghadirkan rasa nostalgia adalah salah satu kekuatan dari game ini. Garis besar plot sekumpulan anak muda penyelamat dunia yang klise, battle system gebuk gantian,  sampai penerapan sistem job ada semua di sini. Bravely Default memancarkan kesan kalau mereka dibuat dengan semangat dan pondasi yang sama dengan RPG klasik seperti Dragon Quest, Chrono Trigger, dan Final Fantasy era Sakaguchi – Uematso – Amano.

            OST dari Bravely Default juga dahsyat. Mamang REVO dan Linked Horizon menunjukkan kalau mereka bisa beradu dengan komposer kenamaan lainnya. Saya tidak menduga kumpulan pria gondrong paruh baya bisa membuat kumpulan lagu yang gegap gempita. Seluruh tembang dalam game ini sangat mudah untuk merasuk ke dalam ingatan Anda. Sampai artikel ini dibuat, saya masih sering mendendangkan Love’s Vagrant atau lagu dari karakter paling keren di game ini, Ringabel.

            Kualitas grafis dari game ini juga tidak main-main. Setelah Link Between Worlds dan RE : Revelations, penggunaan fitur 3D paling maksimal di 3DS adalah Bravely Default. Dialog antar karakter pun terbangun dengan rapi dan menarik untuk disimak. Setiap Ringabel buka mulut, percakapan menarik hampir pasti terjadi. Ringabel adalah koentji.

Syahdu

Pengembangan dari battle system klasik juga cukup menarik. Penggunaan sitem Brave (menyerang lebih dari satu kali dalam satu giliran dengan mengorbankan BP) dan Default (bertahan sembari menambah BP) memperdalam elemen taktis di dalam pertarungan. Apakah BP itu? Main makanya biar tau. Selain itu, encounter rate dan tingkat kesulitan dalam game ini bisa Anda atur sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut memudahkan Anda untuk menyesuaikan kesibukan Anda dengan kelangsungan petualangan Tiz dkk. Sibuk? Tinggal matikan encounter dan silakan melenggang tanpa hambatan. Tidak ada waktu untuk melawan boss yang sulit? Langsung set saja difficulty-nya ke easy. Praktislah pokoknya.

            Seperti yang kita pahami, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kesempuraan itu hanyalah milik Tuhan YME dan Grand Theft Auto. Sudah saya sebutkan sebelumnya, game ini mengingatkan kita kepada RPG klasik salah satunya adalah Final Fantasy. Nah, masalahnya adalah Bravely Default tidak hanya mengingatkan kita kepada keunggulan Final Fantasy, namun kekurangan utama dari seri Final Fantasy pada umumnya juga turut disertakan. Kekurangan tersebut adalah dari segi plot. Plot dari sebagian besar Final Fantasy itu gegap gempita di awal, dan melempem di akhir. Salah satu contoh adalah FF VII di mana cerita disc 1 – 2 itu seru, tapi sayang disc 3 sampai endingnya melempem. Game ini pun demikian. Chapter 1 – 5 seru, chapter 6 – tamat mengesankan kalau plot dibuat dengan seadanya. Beberapa twist yang seharusnya bisa lebih baik, dihancurkan oleh ambisi kopong untuk membuat plot yang sophisticated. Pengen terlihat keren dan pintar, namun apa daya malah membuat segalanya menjadi datar dan tertebak.

            Akhir kata, Bravely Default adalah sebuah game yang layak untuk Anda mainkan. Klasik, menentramkan jiwa, dan membawa pemainnya hanyut ke dalam nostalgia. Jika Anda punya 3DS dan belum beli game ini, segeralah beli. Jika Anda belum punya 3DS, segeralah beli untuk main game ini. Apa? Anda lebih memilih PSVITA? Apa? Karena di VITA ada Toukiden? Haha Anda lucu sekali.

Verdict : 8.8 / 10

( + ) Grafis yang sexy

( + ) Penambahan fitur Brave dan Default yang menarik

( + ) OST kelas dewa

( + ) Ringabel

( – ) Plot yang melempem di akhir

                                    

Rindradana

    • Adhi

      demi ikutan maen ampek pake emulator segala deh gua, yg penting bisa maen. fully sih game na oke om..

      • homoerectus

        3ds ga ada emunya kale

    • Dani

      wow bung rindra, wow
      especially, the ‘(+) Ringabel’ part