Abuget

Bego, Lo! Eh.. Boleh Juga, Lo!

From Soviet With Blocks

            Pada tahun 1986, industri video game memasuki masa bulan madu dengan para penikmatnya. Di masa itu, di Amerika Serikat saja, penjualan game menyentuh angka US$ 450 juta. Industri game tidak lagi dipandang sebelah mata oleh para pemilik modal. Sebagaimana fenomena urbanisasi setelah lebaran, para pemilik modal merangsek masuk ke industri ini tanpa menimbang sumber daya dan kemampuan yang mereka miliki. Mungkin mereka beranggapan Nintendo saja bisa, kenapa mereka tidak? Bahwa Nintendo yang tadinya merupakan perusahaan hotel cabul saja bisa menjadi perusahaan video game nomor wahid.

            Berlawanan dengan angka yang menggiurkan tersebut, nasib para pembuat video game di masa itu tidak segemerlap yang kita kira. Sebagaimana dana bantuan pemerintah, hanya segelintir orang yang benar-benar menikmati peredaran uang dari industri video game. Pada masa itu, kebanyakan para pengembang merupakan manipulator handal yang melakukan eksploitasi terhadap sumber daya yang ada. Ya memang perusahaan seperti EA dan GameLoft masih melakukannya sampai sekarang, tetapi… sudahlah, saya bukan mau membahas model bisnis mereka.

            Salah satu pembuat game yang ada di zaman itu adalah Alexey Pajitnov. Nama ini bertanggung jawab terhadap lahirnya game yang, bisa jadi, lebih fenomenal ketimbang Mario Bros.-nya Miyamoto. Yep, Alexey Pajitnov adalah orang yang melahirkan TETRIS. Pajitnov adalah seorang penggila matematika, fisika, kimia, dan dedemit lainnya yang sejenis. Alasannya adalah karena, menurut beliau, matematika ddl (dan dedemit lainnya) merupakan puzzle yang selalu menarik untuk dipecahkan. Mungkin kecenderungan menggemari puzzle ini dipengaruhi oleh mainan masa kecil pilihan Pajitnov. Pada era Soviet, mainan kanak-kanak sangat terbatas. Pilihannya mungkin hanya Matryoshka, permainan puzzle dari balok, dan merangkai ulang senapan serbu. Memiliki klub sepak bola anak-anak berwarna biru di London jelas bukanlah pilihan, karena Pajitnov bukan anak dari Roman Abramovich. Oleh karena itu, marilah kita bersepakat bahwa Pajitnov memilih permainan balok sebagai mainan masa kecilnya.

Raining Blocks

Beberapa dari kita tidak bisa move on dari permainan masa kecil. Saya sampai sekarang masih betah memainkan Shinobi III di SEGA vintage (bahasa pengganti dari butut) saya yang entah kenapa masih sehat walafiat hingga artikel ini ditulis. Pajitnov pun demikian. Beliau tidak pernah berhenti memainkan permainan balok hingga ia dewasa. Pajitnov terobsesi melakukan konversi permainan masa kecilnya ke dalam dunia digital. Dalam prosesnya, Pajitnov ditemani oleh dua orang rekan. Sang rekan kerja, Dmitry Pavlosky dan si jenius berumur 16 tahun, Vadim Gerasimov. Mereka adalah saksi maju mundurnya konsep permainan puzzle digital dari Pajitnov. Pajitnov dapat dengan mudah membatalkan proses pengembangan game apabila di tengah jalan ia merasa tidak puas dengan game tersebut. Kejadian ini terjadi berkali-kali, namun kedua rekan Pajitnov memaklumi karakter beliau yang perfeksionis.

Tetris - Gameboy

Suatu sore, di tengah hujan, Pajitnov sedang memikirkan konsep dari game yang berkali-kali ia rombak. Pajitnov melihat pemandangan di luar jendela. Sembari termenung, mendadak inspirasi muncul di kepalanya. Apapun yang orang Russia anggap Tuhan pada masa itu membisikkan Pajitnov, bahwa game yang ia kembangkan sangat cocok dengan konsep rintik air hujan. Pajitnov menjelaskan konsep ini kepada dua rekannya. Sementara Pavlosky masih mencerna konsep tersebut, Gerasimov sudah paham duluan. Gerasimov tertarik dan menganggap konsep tersebut sederhana namun jenius. Gerasimov langsung menuju ruang kerjanya untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Pavlosky? Setelah seperempat botol vodka dan tiga rakitan AK 47 akhirnya dia paham apa yang Pajitnov maksud. Setelah paham, Pavlosky bertanya kepada Pajitnov, “Mau dinamakan apa game ini?”. Pajitnov menjawab, “TETRIS”. Alasan Pajitnov menamakannya demikian adalah karena setiap balok TETRIS terdiri dari 4 part dan dia gemar bermain tennis.Yep, TETRIS adalah gabungan dari kata “tetra (4 part)” dan “tennis”.

Dalam jangka waktu tiga minggu, Gerasimov berhasil membuat versi PC dari game tersebut.  Di ruangan Pavlosky, Gerasimov bertanya pada “Apa yang Pajitnov dan anda akan lakukan dengan game ini?”. Pavlosky menjawab, “Mungkin kami akan menju…”. Pajitnov yang juga ada di ruangan tersebut langsung memotong, “Sudahlah disebar gratis saja. Kita tinggal di Soviet. Semua karya itu milik bersama.” Dari perkataan tersebut, kita bisa paham, di antara mereka bertiga, siapa yang paling komunis.

Soviet and Beyond

            Dengan strategi berbau komunis, yaitu “TETRIS untuk semua”, permainan balok digital ini sangat tenar di kalangan anak muda Eropa Timur. Kesuksesan tersebut juga terasa di daerah Skandinavia. Pavlosky, yang kebetulan sedang berpelesir ke Swedia, membawa salinan game tersebut sebagai oleh-oleh untuk para kerabatnya di sana. Seorang Soviet,berkunjung ke kerabatnya di Skandinavia,tidak membawa minuman keras, namun menjadikan game komputer sebagai oleh-oleh. Aneh, namun itulah yang terjadi. Kerabat Pavlosky, yang kebetulan seorang yang cukup aktif di komunitas game Swedia, memperkenalkan game tersebut kepada rekan-rekannya. TETRIS pun sempat diikut sertakan dalam pameran game negara-negara Skandinavia. Melihat kiprah tersebut, penyelenggara Consumer Electronic Show (CES) mengundang Pajitnov untuk memamerkan TETRIS di ajang tersebut.

            Pajitnov dan rekan-rekannya sepakat untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut. Sesuai dengan namanya, CES mencampur adukkan semua barang elektronik di dalam satu pameran. Mulai dari game hingga penggoreng ayam elektronik ada di situ. Kenapa penggoreng ayam elektronik?  Tentu untuk memenuhi permintaan orang kulit hitam yang sangat gemar makan ayam goreng. Perlu diperhatikan bahwa pada tahun 1980-an orang kulit hitam sudah bebas berkeliaran di sebagian besar daerah di Amerika Serikat, namun tentu tetap menjadi perhatian utama bagi para penegak hukum setempat.

Di dalam pameran tersebut, Pajitnov bertemu dengan Henk Rogers. Rogers adalah seorang game designer sekaligus game developer yang sudah memiliki beberapa judul game yang tak pernah terdengar. Singkat cerita, Rogers merasa mendapatkan pencerahan dari TETRIS. Dia mengajak Pajitnov untuk membuat TETRIS mendunia. Rodgers menjelaskan bahwa Nintendo sedang menjalankan proyek pengembangan konsol baru, dan dia merasa kalau TETRIS dapat menjadi salah satu game vanguard di konsol tersebut. Pajitnov meng-iya-kan ajakan tersebut.

Nin-TETRIS-do

Setelah pertemuan tersebut Rogers langsung bergegas membuat perjanjian pertemuan dengan petinggi Nintendo Amerika, Minoru Arakawa. Bagi kalian yang pernah membaca artikel saya sebelumnya, pasti mengetahui perilaku Arakawa yang memiliki logika “tolak dulu,dimarahin mertua itu soal nanti.” Dan seperti biasanya, Arakawa menolak. Hiroshi Yamauchi,si bapak mertua, mengetahui keputusan Arakawa. Beliau langsung turun tangan dan mengambil alih. Rogers diminta untuk menemui Yamauchi dan mengajukan penawaran. Seperti bocah yang menerima angpao setelah sunat, Rogers langsung melupakan kesedihan penolakan Arakawa, dan jejingkrakan mendengar tawaran Yamauchi.

Tetris 2

Rogers diperintahkan untuk terbang ke Soviet untuk memboyong TETRIS ke kantor Nintendo. Di sana, dia harus berunding dengan Electronorgtechnica (Elorg), sebuah badan yang memiliki hak penuh terhadap ekspor,impor, dan lisensi teknologi di Uni Soviet. Layaknya peristiwa Roem-Roijen, perundingan ini berjalan alot. Pihak Elorg tidak bergeming terhadap tawaran kerjasama dari Rogers. Rogers melapor kepada Yamauchi tentang permasalahan tersebut. Yamauchi jelas tidak tinggal diam. Beliau memberikan bala bantuan berupa kumpulan pengacara terbaik di muka bumi yang dipimpin oleh Howard Lincoln.Singkat cerita, Lincoln dkk berhasil membuat pihak Elorg mau memberikan hak tunggal pemegang merk TETRIS kepada Nintendo. Hal ini juga lah yang akhirnya membuat Lincoln menjadi CEO Nintendo USA di kemudian hari. Lincoln juga berjasa membantai Universal Pictures di meja hijau. Peristiwa itu terjadi ketika pihak Universal menuntut Nintendo karena Donkey Kong dianggap melanggar hak cipta dari franchise King Kong. Maaf, saya mulai tidak fokus. Kebetulan tulisan ini dibuat dibawah pengaruh substansi cair yang sedikit berlebih.

Blocks and Fortunes

            Setelah Nintendo memiliki hak penuh terhadap merk TETRIS, kesuksesan permainan balok ini tidak terbendung lagi. Peran TETRIS sangat nyata dalam membantu Game Boy menjadi konsol tersukses sepanjang masa. Tercatat, angka penjualan Game Boy hampir menyentuh angka 120 juta unit dan TETRIS 34 juta unit. Maka, dapat diasumsikan bahwa 1 dari 4 orang pengguna Game Boy,memiliki Tetris. Oh iya, angka penjualan TETRIS tersebut belum termasuk yang versi bajakan seperti unit kelas pasar yang dapat mengeluarkan bersuara “Bego,Lo! Eh.. Boleh Juga,Lo!”.

            Lantas bagaimana nasib Pajitnov, Pavlosky, Gerasimov, dan Rogers pasca kesuksesan TETRIS? Jelas kaya. Bahkan cukup kaya untuk membeli hak pengembangan fitur TETRIS yang pada saat itu masih dipegang oleh Elorg. Khusus untuk Pajitnov sendiri, ia merasa bahagia dengan hasil temuan yang menunjukkan kalau bermain TETRIS dapat membantu perkembangan dan kesehatan otak.

Tanpa direncanakan, Pajitnov tidak hanya menciptakan sebuah game fenomenal. Pajitnov telah menciptakan sesuatu yang dapat memperbaiki kualitas hidup seseorang. Tujuan Pajitnov jelas bukanlah uang. Dia sudah sangat bahagia karena ciptaannya dimainkan oleh hampir semua kalangan. Mulai dari anak ingusan hingga nenek biduran memainkan TETRIS. Pajitnov tidak akan pernah mati. Pajitnov adalah TETRIS. Pajitnov akan abadi bersama TETRIS.

Oh iya, sebelum saya lupa, George Bush Sr. juga memainkan TETRIS. Bush Jr.? Nampaknya beliau lebih memilih bermain Command and Conquer. Saya tahu informasi ini tidak terlalu penting, tapi entah kenapa saya ingin menulisnya.

Rindradana

 

    • Didit

      Huasyuuuu keren banget :))

    • ArticFloyd

      seperti biasa.. NICE !!!

    • http://twitter.com/InoeyKP N. Ibnu Kautsar

      Masya Allah, merinding saya baca-nya.

    • monzter

      syahdu banget tulisannya…
      tapi tetep bergizi :D

    • http://twitter.com/queeneyd Handi

      wah asli cara anda nulis bukan seperti dari dimensi ini :-b

    • Drake

      Sumpah ini keren!!

    • ondeonde

      keren … hehe

    • richard

      Edunn :))

    • de roh

      gaya penulisannya sungguh..sensasional.!!

    • zico

      mimin cing kalo lagi megang akun ngomongnya sembarangan… tapi kalo bikin tulisan gua akuin keren banget

    • Fus Ro Dah

      Penulis artikel game di majalah-majalah pasti minder kalo baca ini

    • http://twitter.com/yonatansutono sutonokairos

      kalau kata bang Glenn … saya “TERPESONA”

    • http://www.facebook.com/mita.hapsari.9 Mita Hapsari

      Salah satu hal menarik dari Tetris ini, artwork dibuat ole seorang seniman/ desainer fave saya bernama Roger Dean. Roger Dean ini karya2 nya eksis di multi ranah, diantaranya sebagai desainer cover2 band Yes dan Progressive Rock lainnya. Dia juga bikin artwork dan konsep logo buat gamedev Psygnosis. Saya gamer dan penggemar prog rock makanya ngefans ama bapak yg satu ini ^^

    • http://twitter.com/omyo Yona Isandika

      artikelnya keren dari judulnya manteeep abis. kalo gak salah gw beli gimbot taon 94 jadi kalo lo salah letakin balok lu dibilang “bego lo…!!” ngakak parah dah :D